Badan Kesbangpol Provinsi Kepri Gelar Refleksi Peringatan Hari Marwah Kepri

TANJUNGPINANG.  Badan Kesbangpol Provinsi Kepri Menggelar Refleksi peringatan Hari marwah Ke 20 Tahun Yang jatuh pada Rabu(15/5/2019).

Acara refleksi tersebut dipimpin langsung oleh Kaban Kesbangpol Kepri, Ir. Lamidi, MM yang juga saat itu salah seorang tokoh muda perjuangan pembentukan Provinsi Kepri, diadakan diruang Rapat Badan Kesbangpol Prov. Kepri Dompak, dihadiri pejabat dan puluhan pegawai Kesbangpol Kepri.

Lamidi mengungkapkan secara gamblang histori kisah Hari Marwah Hingga terbentuknya Provinsi Kepri ini.

15 Mei 2019 merupakan Peringatan Hari Marwah Provinsi Kepri yg ke 20. Hari Marwah kita pertama jatuh pada tanggal 15 Mei 1999 yg dilaksanakan di tepi laut Tg Pinang.

Kita sebagai masyarakat Provinsi Kepri tentunya merasa bangga karena sebagai Provinsi yg ke 33 telah banyak prestasi-prestasi yg telah kita raih baik ditingkat daerah maupun nasional.

Sambil menerawang jauh ke belakang, Lamidi mengawali kisahnya, awal sejarah tercetusnya Provinsi Kepri diawali oleh para pemuda yang tergabung dalam KNPI Kabupaten Kepri, berdiskusi bagaimana menghadapi rencana aksi demo mahasiswa yang akan turunkan Bupati Abdul Manan saat itu.

Bagaimana demo ini di ubah dengan keinginan yang lebih positif dan konstruktif untuk menjadikan Provinsi tersendiri lepas dari Provinsi Riau.

Dengan  cita-cita yg penuh dan semangat juang dalam rangka mensejahterakan dan memakmurkan masyarakat yg ada di wilayah Kepri .

Provinsi kita ini memiliki banyak sekali Sumber Daya Alam nya yg bisa kita manfaatkan dan kita dayagunakan  untuk pembangunan dan banyak sekali Sumber Daya Manusia kita yang bisa kita andalkan utk bersama2 membangun Kepri terus maju baik sekarang maupun yg akan datang.

 Mengingat masa lalu dimana Lamidi sebagai salah seorang Waka KNPI bersama teman-teman seangkatan di KNPI. Ada Ansar Ahmad sebagai ketua, Dalmasri, Juramadi Esram, Sarafudin aluan, Eko Sumbaryadi, M. Iksan,  Kamarudin Ali, Umar natuna. R.  Agus firmansyah (alm), Sudirman Almoen, Yusman yunus,  Lamen Sarihi, Edy Rofiano, dll serta dibantu oleh para senior Raja Ariza, Azirwan, Naharudin, dll.

Tim KNPI,  mengalihkan unras mahasiswa untuk menurunkan Abd Manan Saiman, berubah menjadi berjuang bersatu mendirikan  Provinsi Kepri, di gedung DPRD Kabupaten Kepri, 

Setelah itu para tokoh KNPI mulai melakukan rapat2 dan pembentukan panitia seminar pembentukan Provinsi  Kepri. Pada saat yg bersamaan tokoh masyarakat yg dipimpin Huzrin Hood, Arif Rasahan alm,  Rusli Silin dll juga berencana berjuang pembentukan Provinsi Kepri. Seiring hasil konsultasi KNPI dengan para tokoh,, Pak H, Abdul Razak, Idris Siraj, H.Bakir, Zurmawi, Arif rasahan, dan Abdul Manan s selaku Bupati maka pemuda yg tergabung dalam KNPI, bergabung dengan tokoh senior yg dipimpin Arif Rasahan dan Huzrin Hood, dalam kegiatan MUSYAWARAH RAKYAT KEPRI.

Kaban Kesbangpol Kepri Ir. Lamidi, MM sedang menyampaikan kilas balik Hari Marwah Kepri Yang jatuh pada Rabu ( 15/5/2019) dihadapan puluhan Pegawai Kesbangpol Kepri.

Pada kegiatan tersebut yg saat  itu dihadiri dari berbagai elemen seperti Bpk.  Ketua DPRD beserta Anggota, tokoh pemuda, utusan kecamatan, Pengusaha, Tomas, Toga, Toda, Todat, Ketua Organisasi/Forum/Paguyuban dan bersama sama ratusan masyarakat Kepri pada masa itu berkumpul utk bersepakat membentuk 1 organisasi besar yg disebut BP3KR (Badan Perjuangan Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau) dengan tujuan:

1. Mensejahterakan masyarakat Kepri

2. Pemekaran Kab / Kota, dan menjadikan Batam kota otonom

Pada sesi upacara  penutupan acara langsung ditutup oleh Bupati Kepri Abdul Manan Saiman, yang sangat mengejutkan selama ini menolak pembentukan provinsi karena sikap struktural sebagai bawahan Gubri.

Dalam penutupan sambutannya menyatakan DEMI KESEJAHTARAAN DAN ASPIRASI MASYARAKAT KEPRI,  SAYA ABDUL MANAN S SELAKU BUPATI KEPRI MENDUKUNG PEMBENTUKAN PROVINSI KEPRI.

Melalui Organisasi BP3KR yg diketuai oleh Datuk Huzrin Hood kita telah berhasil memekarkan diri dari Provinsi Riau tepatnya pada tanggal 24 September 2002 serta Disahkan melalui UU Nomor 25 Tahun 2002 tentang Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau.

Pembentukan provinsi kepri melalui perjuangan panjang secara heroik dipimpin tokoh central provinsi kepri Datuk H Huzrin Hood.

Tahun 1999 awal dari perjuangan melalui musyawarah rakyat Kepri dilaksanakan di Hotel Comfort Tanjungpinang, saat itu hadir seluruh Tomas, Toga se-Kepri, membentuk BP3KR, yg dipimpin oleh Datuk Huzrin Hood, Sekretaris Sudirman Almoen, bersama seluruh tokoh, Bakir, Idris siraj, Arif Rasahan, Imam Sudrajad, Andi Anhar, Rusli Silin, Muchtar Silin, Raja Ariza, Ansar Ahmad, Azirwan, Naharudin, Dalmasri dll, dan ditambah pengurus Kab Kota, dan perwakilan prov lain untuk kabupaten Bintan dan Tanjungpinang ketuanya H Abdul Razak sekretaris Ir. Lamidi, Batam ketua Saidul Qudri sekretaris,  Nur syafriadi,  dst seluruh Kab Kota, dan perwakilian Pekanbaru, Jogja, Jakarta, Bandung, Semarang dll, serta didukung oleh pejuang2 muda al. Syahjinan, Basyarudin idris, hasan, Sukri, Edy Rambo, Marlis, Sumantri, Fansuri, Halim, Alfa Edyson (alm) dan banyak lagi yg tak dapat disebut satu persatu. Para pemuda inilah yg dengan semangat menyuarakan dan mengibarkan bendera perjuangan.

Namun kendati sudah  di sah kan Provinsi Kepri atas inisiatif DPR menjadi UU tapi pengesahan oleh Presiden tidak juga turun disamping masih adanya keberatan Dari Gubernur Riau saat itu.

Akhirnya rakyat bergerak adakan aksi dan orasi untuk getarkan kubu Jakarta. Ribuan rakyat kumpul di pelataran depan Tugu Fisabililah tepi laut sambil terus aksi dan bentangkan spanduk besar juga melakukan blokade pelayaran International dan antar pulau, juga mencoba mencabut plang-plang papan nama kantor bertuliskan Provinsi Riau menjadi Provinsi Kepri.

Aksi marwah ini akhirnya berhasil mempengaruhi Jakarta untuk segera mendengar aspirasi rakyat yang ingin menjadi Provinsi Kepri terpisah Dari Riau.

Dengan berhasilnya kita memekarkan diri menjadikan kita Provinsi yg sangat strategis akan kemajuan dan pembangunan. Hal ini disebabkan oleh beberapa aspek seperti banyaknya sumber daya alam kita yg bisa kita gunakan utk kesejahteraan rakyat Kepri ditambah lagi dgn strategisnya Provinsi kita karena berbatasan langsung dengan  negeri tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Vietnam yg berdampak kepada pendapatan kita melalui bidang Pariwisata, pendidikan, perdagangan dan lain-lain.

Untuk itu, dalam rangka mengisi Hari Marwah ini, mari kita tingkatkan etos kerja yg tinggi demi tercapainya cita-cita pembangunan dgn disertai menciptakan SDM yg handal di Wilayah Provinsi Kepri, ajak Lamidi.

Demikian sekelumit refleksi Hari Marwah Kepri semoga kita semua bisa memaknai Hari Marwah ini dgn kegiatan-kegiatan yang positif demi kemajuan Provinsi Kepri. Kita doakan para tokoh Kepri yang telah meninggal dunia diterima segala amalnya.

Kepada pegawai Kesbang, Lamidi mengajak secara khusus agar pegawai kesbang tidak lupa sejarah dan cita-cita mulia pembentukan Kepri untuk mensejahterakan masyarakatnya. Oleh karena itu kita mesti berterima kasih kepada seluruh pejuang yang masih hidup atau yang sudah meninggal semoga alm pejuang yg telah mendahului kita diberi amal yg setimpal.

Terima kasih juga yang sebesar besarnya  kepada H. Huzrin Hood, Abdul Razak, Alm Arif Rasahan, Rusli Silin, Muchtar Silin, Imam Sudrajad, HM. Sani, Ismet Abdullah, Abdul Manan S, Ansar Ahmad, Dalmasri, Sarafudin Aluan, Majis Asis, Andi Bakok dll yang tidak dapat disebutkan disebutkan satu persatu.

Ingat, kita jadi pejabat dan pegawai provinsi saat ini adalah berkat mereka para pejuang provinsi Kepri, pesan Lamidi.

Acara diakhiri Pembacaan Doa oleh Bpk. Des Yandri, S.IP

Penulis : Sugiarto Doso/ Fitson Rumolo

Editor : Afrizal, SE

Fotografer : Ikbal