Kaban Kesbangpol Kepri Hadiri Rapat Kordinasi Pengawasan Orang Asing di Batam

BATAM. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kepulauan Riau Ir.Lamidi,MM menghadiri Rapat Koordinasi Pengawasan Orang Asing di lantai 4 ruang rapat Pemko Batam, Rabu (21/8/2019). Kehadiran Ir.Lamidi juga sebagai narasumber pada kegiatan tersebut disamping narasumber lainya Luki Agung Winarto imigrasi kelas I Batam dan Miswan Hampata Kasubdit Pengawasan orang asing Dirjen Polpum RI.

Rakor pengawasan orang asing difasilitasi Badan Kesbangpol Kota Batam dengan peserta rakor Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora )Kota Batam dan camat, dibuka langsung  Assisten III Pemko Batam   Zarefiardi, M.Pd.

Rapat Koordinasi Pengawasan Orang Asing tingkat Kota Batam, lantai 4 Pemko Batam. Rabu (21/8/2019)

Dalam  pengarahannya Zarefiardi mengungkapan beberapa point diantaranya, kita harus punya kepedulian yang tinggi terhadap orang asing yang datang di wilayah kita.

Keberadaan mereka orang asing bukan tertutup tetapi saat ini sudah terbuka, bisa diakses dalam dunia internet dan medsos.

Karena itu memerlukan team work  yang kuat untuk menyelesaikan persoalan-persoalan  terhadap kehadiran orang asing di Batam.

Saran selanjutnya memerlukan sinergitas dari pihak terkait untuk menghindari permasalahan yang ada.

Kaban Kesbangpol Kepri Ir. Lamidi, MM menyampaikan paparan saat rakor orang asing

Dikatakan Asisten juga dilapangan sering terjadi tidak singkron dengan laporan yg diperoleh sehingga sulit bagi team untuk menindaklanjuti.

Batam sebagai tempat tujuan wisata dan kerja dan sekarang sedang dikembangkan wisata religi akan membawa pengaruh terhadap jumlah kedatangan orang asing. Hal ini akan mempengaruhi salah satunya tergerusnya adat istiadat dan budaya kita. Dimana saat ini angka kunjungan wisatawan Batam sudah no.2 setelah Bali dan Badan Kesbangpol dalam PP 100 pengawasan orang asing ada di wewenang Kesbangpol.

Rapat ini diharapkan adanya implementasi kedepannya,harap Zarferiadi.

Sementara itu dalam pengarahannya, Kaban Kesbangpol Kepri  Ir. Lamidi, MM menjelaskan tentang keadaan pengungsi di Kota Tanjungpinang dan Bintan yang sudah meresahkan masyarakat.

Kaban Kesbangpol Kepri Ir. Lamidi, MM menerima buku Imigrasi Batam Dalam Angka dari pihak Imigrasi Batam

Hal ini yang melandasi pentingnya koordinasi diantara kita harus diperkuat. Untuk Natuna permasalahan bukan pada pencari suaka tetapi nelayan asing yang ditangkap pihak keamanan yang berkeliaran di masyarakat.

Begitu juga Ijin penelitian asing dan pembuatan film pihak asing yang sekarang ini sulit dideteksi padahal surat-suratnya lengkap tapi kapan dan dimana tidak jelas, ini harus ditindak lanjuti.

Kedatangan WNA ada positif dan negatifanya dan hal ini harus menjadi perhatian khususnya dalam pengawasan orang asing.

Untuk itu dia berharap, IOM untuk memperketat pengawasan khususnya di Batam (hotel kolekta) untuk menjadi perhatiannya khusus jadwal jam keluar dan masuknya mereka, karena hal ini menjadi laporan dari masyarakat tentang kehadiran pencari suaka ini.

Terbentuknya tim POA di Batam diharapkan Sinergitas dan koordinasi semakin kuat,ungkap Lamidi sembari menyebutkan saat ini pada kesempatan yang sama, ada pertemuan dengan Kemenkopolhukam di Tanjungpinang mengenai hal yang sama khususnya penanganan pengungsi pencari suaka politik.

Pihak Provinsi sendiri sudah melakukan langkah-langkah diantaranya

1. Perketat pengawasan tentang keluar masuknya mereka.

2. Jangan ditambah lagi jumlah penggungsi yang ada.

3. UNHCR diminta prioritaskan untuk pengungsi di Kepri jika ada permintaan dari negara ke-3 karena sdh melebihi kapasitas penampungan.

Demikian paparan Kaban Kesbangpol Prov Kepri ini, usai paparan diakhiri tanya jawab dan acara diakhiri dengan penyerahan buku oleh pihak Imigrasi kelas I Batam.

Penulis : Doso/Indra

Editor : Afrizal, SE