
BAKESBANGPOL KEPRI – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali menyelenggarakan kegiatan Kesbangpol Masuk Sekolah “KEMAS” Seri- 4 dengan tema yakni; “Penguatan Ideologi Pancasila dan Karakter Bangsa Guna Mewujudkan Generasi Muda Kepri yang Berkualitas, Terhindar dari Radikalisme, Terorisme dan Narkoba serta Memiliki Semangat Persatuan.
Kegiatan KEMAS diikuti sebanyak 530 Pelajar yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Kepri diwakili staf ahli bidang pemerintahan dan hukum Drs. Sardison, M.TP. Acara dilaksanakan di Halaman SMAN 7 Tanjungpinang pada Jum’at 25 Juli 2025 Pagi, Pukul 08.00 -12.00 WIB.

Dalam penyampaian materinya Kolonel Joni memaparkan sejarah lahirnya Ideologi Pancasila yang dimulai dari Sidang pertama BPUPKI tanggal 29 Mei – 1 Juni 1945 hingga Proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 dan Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 yang memilih Presiden dan Wakil Presiden.
Selanjutnya Kolonel Joni Juga Menjelaskan tentang Gejala (Fenomena) Menurunnya Nilai-Nilai PANCASILA antara Lain:
– Aturan negara yang belum memadai & mencapai sasaran yg diinginkan Penyelenggaraan negara yang belum sesuai dengan komitmen yang telah disepakati
– Masyarakat apatis menerima Pancasila
– Dalam era Otonomi Daerah banyak terjadi ketimpangan didaerah, isu sara, konflik horisontal, primordialisme, mementingkan ego sektoral, yang kesemuanya meninggalkan nilai-nilai Pancasila
– Lemahnya penegakan hukum dan HAM
– Merajalelanya korupsi
– Tingginya angka kemiskinan dan kesenjangan
– Menurunnya toleransi, kegotongroyongan dan musyawarah mufakat

Dijelaskannya juga tentang tentang 4 Konsensus Dasar Bernegara yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Bagaimana upaya menangkal Radikalisme secara Preventif dan Kuratif.
“Preventif yakni dengan menanamkan jiwa nasionalisme, berpikir terbuka dan toleran, waspada terhadap provokasi dan hasutan, berjejaring dan komunitas yang positif dan menjalankan aktivitas keagamaan dengan toleran,” jelasnya.
Sedangkan Kuratif lanjutnya, yaitu dengan memberikan pemahaman tentang bahaya dan dampak radikalisme, ajaran agama yang benar, menguatkan nilai nilai nasionalisme, toleransi dan perdamaian.

Dalam kesimpulannya Kolonel Joni menyampaikan, bahwa suasana pergaulan antar bangsa komplek dan saling ketergantungan, maka perlu memahami dan menerapkan nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari Pancasila.
“Pancasila Faham yang didasarkan atas kesadaran kebangsaan yang kuat dan terapkan nilai kebangsaan secara bertanggungjawab,” tegasnya.
Kegiatan diakhiri dengan tanya jawab oleh 2 Perwakilan Pelajar SMAN 7 Tanjungpinang yang menanyakan terkait penerapan nilai nilai Pancasila di lingkungan sekolah dan menghindari Bulying di sekolah.*
