
BAKESBANGPOL KEPRI – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali menggelar kegiatan Rembuk Pancasila pada Kamis (06/11) Pagi di Kedai Kopi Batu Sepuluh Kota Tanjungpinang.
Rembuk Pancasila Seri ke 2 ini mengangkat tema yakni; Peran Ormas Sebagai Mitra Pemerintah dalam Pembangunan Provinsi Kepri. Kegiatan dibuka langsung oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad diwakili Asisten III Setda Kepri Misni dihadiri Kaban Kesbangpol Kepri Drs. Muhamad Iksan, dengan dua orang narasumber pertama, Misni, SKM, M.Si selaku Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kepri. Dan kedua Dr. Bismar Arianto, M.Si Tim Khusus Gubernur Dalam Pengendalian Pencapain Daerah Provinsi Kepri. Sedangkan Moderator Aludin Andi, SE, MM, Sekretaris Bakesbangpol Kepri.
Dipandu oleh MC Lastri, acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan sholawat busyro. Dilanjutkan pembacaan doa dan laporan Kaban Kesbangpol Kepri yang sekaligus mewakili sambutan Gubernur Kepri.

Kaban Kesbangpol Kepri, Muhamad Iksan mengatakan, Ikhsan kegiatan Rembuk Pancasila ini merupakan yang kedua menyusul seri I telah dilaksanakan di Kota Batam pada bulan lalu. Iksan mengampaikan, sama seperti kegiatan sebelumnya, kali ini Badan Kesbangpol Kepri mengundang kehadiran peserta diantaranya para Ketua Pengurus Ormas, Tokoh Agama, Ketua Paguyuban Masyarakat, termasuk Pengurus LVRI, hingga perwakilan Mahasiswa BEM di Kota Tanjungpinang dan Provinsi Kepri.
“Kegiatan ini tujuannya dalam rangka bagaimana kita mempersatukan seluruh Ormas dan seluruh komponen yang ada dalam rangka pembangunan di Kepri,”
Lanjut Iksan dibawah kepemimpinan Gubernur Kepri Bapak Ansar Ahmad dan Wagub Bapak Nyanyang, bagaimana semua pihak memberikan suatu kontribusi mengisi program membangunan di Kepri.
“Dinamakannya kegiatan Rembuk Pancasila, karena dibungkus dalam suatu nuansa Pancasila makanya rembuk Pancasila ini, kita bersama- sama untuk mempersatukan semua elemen masyarakat agar membangun Kepri sesuai visi gubernur Kepri makmur maju dan merata,” tambahnya.

Sebagai Narasumber, Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kepri Misni, mengungkapkan bahwa Provinsi Kepulauan Riau masih menghadapi setidaknya 10 permasalanan, diantaranya angka kemiskinan yang masih tinggi, kesenjangan ekonomi hingga akses transportasi yang belum merata.
Misni menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kepri siap dan terbuka terhadap semua masukan yang datang dari komponen masyarakat termasuk Ormas serta Mahasiswa.
“Inilah yang kami harapkan, keberadaan ormas, para mahasiswa sangat kami harapkan menyambung sosialisasi ke masyarakat yang sebagian tidak tahu akibat minimnya akses informasi,” harapnya.

Sementara itu, narasumber lainnya, Bismar Arianto memaparkan histori peran Ormas dalam proses pembangunan, dimana dalam perjalanan sejarah Indonesia sebelum Indonesia merdeka, ternyata sudah berkontribusi dibuktikan dengan menumbuhkan nasionalisme dan persatuan dipelopori oleh ormas dalam hal ini Organisasi Kepemudaan Budi Utomo.
Kemudian, lanjut Bismar diawal kemerdekaan RI Ormas juga berperan dengan adanya revolusi jihad yang dipelopori oleh NU yang kemudian diperkuat Amanah Johad yang dipelopori oleh Ormas Muhammadyah.
“Dalam perjalanan bangsa Indonesia, proses pembangunan saya kira juga sangat banyak bisa dilihat dari dibidang sosial, pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, jadi banyak hal yang tidak disentuh oleh pemerintah diisi dengan baik oleh ormas,” ungkap Bismar.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa pembangunan baru berjalan maksimal kalau ditopang 3 hal, yakni oleh Pemerintah, sektor swasta dan masyarakat melalui wadah Ormas.
“Jadi harus ada sinergitas 3 komponen itu agar pembangunan Indonesia jauh lebih baik jauh lebih maju,” tegasnya.
Terkait kondisi Kepri saat ini, menurut Bismar secara umum telah berjalan cukup baik, sinergitas 3 komponen cukup terjaga tentu kedepan harus kita dorong maksimal sehingga pembangunan di Kepri mampu melibatkan kekuatan masyarakat sehingga pembangunan itu sepenuhnya mendapatkan dukungan dan ada keterlibatan masyarakat.
“Dengan kekuatan itu maka Pembangunan itu jauh lebih berdampak untuk kesejahteraan masyarakat di Provinsi Kepri,” tandasnya.

Dengan jumlah peserta sebanyak 50 orang, pertemuan turut dihadiri Widyaiswara Ahli Utama Pemprov Kepri, Dr. Lamidi, MM, Tim TPP Sarafuddin Aluan serta dihadiri Pengurus Paguyuban dan persatuan suku bangsa yg tergabung dlm FPK Kepri.
Hadir juga Organisasi FKUB, FPK, FKDM, FKPT, LAM Kepri, Legiun Veteran RI, MUI Kepri, PGI Kepri, KWG, PHDI, Walubi, Matakin, PP Muhammadiyah Tpi, GP Ansor Tpi, BEM Umrah, BEM Stisipol, BEM STIE Pembangunan, BEM STAIN Sultan Abdulrahman, Pemuda Pancasila dan lainnya.*
