Badan Kesbangpol Kepri Gelar Rembuk Pancasila Seri Ke-8 di Kampus UMRAH

11 September 2026, 21:26 WIB 6 kali dibaca
Kategori : Berita Terkini
Tanjungpinang, 11 September 2026 — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kepulauan Riau bersama Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menggelar Rembuk Pancasila Seri Ke-8 di Auditorium Gurindam Lantai 1, Gedung A Kampus UMRAH..

Tanjungpinang, 11 September 2026 — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kepulauan Riau bersama Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menggelar Rembuk Pancasila Seri Ke-8 di Auditorium Gurindam Lantai 1, Gedung A Kampus UMRAH, Jumat (11/9/2026).

WhatsApp Image 2026-10-01 at 05.01.06.jpegKegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB tersebut mengangkat tema “Generasi Muda Berkarakter Pancasila, Wujudkan Demokrasi Sehat dan Tangguh Menangkal Radikalisme, Ekstremisme, Terorisme dan Intoleransi.”

Rembuk Pancasila ini menjadi ruang edukasi dan dialog bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk memperkuat pemahaman nilai-nilai Pancasila, wawasan kebangsaan, demokrasi, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman ideologi kekerasan dan intoleransi di tengah perkembangan teknologi digital.

Kegiatan diikuti oleh 100 mahasiswa UMRAH dari berbagai program studi. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh MC, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars UMRAH, dan Sholawat Busyro.

Selanjutnya, sambutan Rektor UMRAH yang disampaikan oleh Kepala Biro Akademik, Perencanaan, Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Ary Satia Dharma, S.Sos., M.Si., kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kepulauan Riau.

Kegiatan tersebut dipandu oleh Aludin Andi, S.E., M.M., Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kepulauan Riau, yang bertindak sebagai moderator.

WhatsApp Image 2026-10-01 at 05.01.07.jpegDalam sesi materi pertama, Priyo Handoko, Anggota KPU Provinsi Kepulauan Riau, menyampaikan materi berjudul “Demokrasi Sehat, Pemilih Cerdas: Peran Generasi Muda dalam Menjaga Demokrasi Indonesia.”

Dalam paparannya disampaikan bahwa demokrasi tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan memberikan suara, tetapi juga mencakup bagaimana setiap warga negara menggunakan hak politik secara cerdas, bertanggung jawab, dan berintegritas.

Generasi muda memiliki posisi penting dalam menjaga kualitas demokrasi, antara lain dengan menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, melawan penyebaran hoaks, menolak politik uang, mengawal proses pemungutan dan penghitungan suara, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Materi juga menekankan pentingnya wawasan kebangsaan yang berlandaskan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam konteks Kepulauan Riau, demokrasi merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, penyelenggara pemilu, peserta pemilu, pemilih, media, TNI/Polri, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai pemangku kepentingan perlu membangun kolaborasi untuk menjaga penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada agar berlangsung aman, damai, dan kondusif.

WhatsApp Image 2026-10-01 at 05.01.05(1).jpegSementara itu, materi kedua disampaikan oleh AKP Risyal Hardiansyah Nugroho, S.Kom., Kasubnit Opsnal Satgaswil Kepri Densus 88 AT Polri, dengan tema “Membangun Ketahanan Generasi Muda Kepulauan Riau dari Ancaman Radikalisme dan Ekstremisme di Era Digital.”

Dalam paparannya dijelaskan bahwa perkembangan teknologi digital memberikan manfaat yang besar bagi generasi muda, namun pada saat yang sama juga menghadirkan tantangan berupa potensi paparan radikalisme, ekstremisme, kekerasan, dan berbagai konten berbahaya melalui media sosial, komunitas daring, maupun platform digital lainnya.

Proses radikalisasi dapat berlangsung secara bertahap, mulai dari munculnya kerentanan individu, pencarian jati diri, pengaruh lingkungan, hingga proses indoktrinasi yang berpotensi mengarah pada tindakan ekstrem.

Oleh karena itu, upaya pencegahan membutuhkan pendekatan yang komprehensif. Tidak hanya melalui pembatasan penggunaan teknologi, tetapi juga melalui penguatan literasi digital, pengawasan dan pendampingan keluarga, peran sekolah dan perguruan tinggi, deteksi dini, pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan, serta kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, lembaga pendidikan, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Kegiatan Rembuk Pancasila Seri Ke-8 juga dihadiri oleh Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Aziz Martindaz, S.Pd.; Anggota KPU Provinsi Kepulauan Riau, Priyo Handoko; Anggota Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Rosnawati, M.A.; Plt. Kepala BNN Kota Tanjungpinang, AKBP Jamaluddin Syarief Nur, S.H., M.H.; perwakilan Dinas Pendidikan, Dispora dan Diskominfo Provinsi Kepulauan Riau; TVRI Kepulauan Riau; Ketua LVRI Provinsi Kepulauan Riau, H. Rohman; serta para ketua forum dan organisasi kemasyarakatan.

WhatsApp Image 2026-10-01 at 05.01.07(1).jpegMelalui Rembuk Pancasila Seri Ke-8, Badan Kesbangpol Provinsi Kepulauan Riau bersama UMRAH terus mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam menjaga nilai-nilai Pancasila, memperkuat demokrasi yang sehat, serta membangun ketahanan masyarakat terhadap radikalisme, ekstremisme, terorisme, dan intoleransi.

Generasi muda bukan hanya penerus bangsa, tetapi juga bagian penting dari kekuatan bangsa saat ini. Dengan karakter Pancasila, literasi digital yang kuat, dan semangat persatuan, generasi muda Kepulauan Riau diharapkan mampu menjadi agen perdamaian, demokrasi, dan kebangsaan di tengah dinamika era digital.

Galeri Foto

Editor: Dhian Asmarawan