BAKESBANGPOL KEPRI IKUTI RAKOR PENGUATAN PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM PENCEGAHAN EKSTREMISME BERBASIS KEKERASAN

02 September 2026, 21:07 WIB 79 kali dibaca
Kategori : Berita Terkini
JAKARTA, 2 September 2026 - Sekolah Didorong Menjadi Benteng Awal Pembentukan Karakter dan Daya Tangkal Generasi Muda

Sekolah Didorong Menjadi Benteng Awal Pembentukan Karakter dan Daya Tangkal Generasi Muda

JAKARTA, 2 September 2026 — Sekolah bukan sekadar ruang untuk mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga merupakan ruang strategis dalam pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai kebangsaan, persemaian toleransi, serta penghormatan terhadap kebinekaan.

Hal tersebut menjadi salah satu poin penting dalam Rapat Koordinasi Penguatan Peran Komite Sekolah, Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam Pencegahan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme di Satuan Pendidikan yang digelar oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Jakarta, Selasa (2/9/2026).

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kepulauan Riau, yang dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Sekretaris Badan Kesbangpol Kepri, A. Andi, turut mengikuti kegiatan secara daring.

Rakor tersebut dibuka secara resmi oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu’ti. Dalam sambutannya, Mendikdasmen menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan penguatan peran satuan pendidikan dalam upaya pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi telah menghadirkan tantangan baru bagi dunia pendidikan. Anak-anak dan remaja merupakan kelompok yang sangat dekat dengan ekosistem digital, sehingga diperlukan perhatian dan keterlibatan bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan sehat.

“Pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan membutuhkan keterlibatan lingkungan terdekat anak, mulai dari keluarga, sekolah hingga masyarakat,” ujarnya.

WhatsApp Image 2026-09-03 at 16.45.34 (1).jpeg

Sementara itu, Kepala BNPT Eddy Hartono menekankan pentingnya penguatan peran satuan pendidikan dalam mencegah masuk dan berkembangnya paham ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme.

Ia mengungkapkan, fenomena yang terjadi dalam dua tahun terakhir menunjukkan adanya ratusan anak yang terpapar radikalisme dan ekstremisme berbasis kekerasan melalui internet dan media sosial.

Kondisi tersebut, menurut Eddy, menjadi perhatian serius karena ruang digital memungkinkan berbagai ideologi dan narasi ekstrem menyebar secara cepat, personal, dan berulang, termasuk kepada kelompok anak dan remaja.

“Sekolah bukan sekadar ruang transfer ilmu pengetahuan, melainkan ruang pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai kebangsaan, persemaian toleransi, serta penghormatan terhadap kebhinekaan,” kata Eddy.

Eddy menegaskan, sekolah memiliki posisi yang sangat strategis sebagai benteng awal dalam membangun daya tangkal generasi muda terhadap berbagai pengaruh ekstremisme berbasis kekerasan.

Karena itu, upaya pencegahan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah atau aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh unsur pendidikan, termasuk komite sekolah, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, keluarga, serta masyarakat.

Dalam konteks tersebut, penguatan kapasitas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan menjadi penting agar mampu membangun lingkungan sekolah yang inklusif, toleran dan memiliki daya tangkal terhadap berbagai bentuk propaganda ekstremisme.

Eddy juga menekankan bahwa deteksi dini tidak boleh dimaknai sebagai upaya mengawasi atau memberikan stigma kepada anak. Deteksi dini harus dipahami sebagai kemampuan lingkungan pendidikan untuk mengenali potensi kerentanan, membangun komunikasi yang terbuka, serta memastikan anak mendapatkan pendampingan yang tepat.

Pendekatan yang mengedepankan komunikasi, edukasi dan pendampingan dinilai penting agar anak tidak justru merasa dikucilkan atau mendapatkan stigma ketika menghadapi persoalan sosial maupun psikologis.

Melalui rakor ini, BNPT dan Kemendikdasmen mendorong terbangunnya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, satuan pendidikan, komite sekolah, keluarga dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, toleran dan berkarakter.

Bagi Provinsi Kepulauan Riau, penguatan peran satuan pendidikan dalam pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan menjadi bagian penting dari upaya memperkuat wawasan kebangsaan, ideologi Pancasila, toleransi dan semangat kebinekaan, khususnya di kalangan generasi muda.

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kepulauan Riau berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun daya tangkal masyarakat terhadap berbagai ancaman yang dapat mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.

Melalui pendidikan karakter dan penguatan nilai-nilai kebangsaan sejak dini, diharapkan generasi muda Kepulauan Riau dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, toleran, berkarakter, cinta tanah air, serta mampu menyikapi perkembangan teknologi dan informasi secara kritis dan bertanggung jawab.

Galeri Foto

Editor: Dhian Asmarawan