Batam, 2 Oktober 2026 — Semangat mengamalkan nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda menjadi pesan utama dalam podcast “Sarapan Bubur Pedas” yang digelar di Studio Tribun Batam, Jumat (2/10/2026).
Podcast dengan kepanjangan “Saran dan Pandangan, Bua-bual Urusan Politik Edukasi Kesadaran Masyarakat” tersebut mengangkat tema “Refleksi Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Bersama Duta Pancasila Purna Paskibraka Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026.”
Hadir sebagai narasumber Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kepulauan Riau, Drs. Muhamad Iksan, M.Si., bersama dua Paskibraka Nasional Tahun 2026 asal Kepulauan Riau, Muhammad Salman Farisi dan Raudah Mabrura. Dialog dipandu presenter Veronika.
Dalam dialog tersebut, Muhamad Iksan menegaskan bahwa Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar momentum untuk mengenang sejarah, tetapi menjadi kesempatan untuk kembali memperkuat komitmen dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi harus diwujudkan melalui sikap toleransi, gotong royong, menghargai perbedaan, menjaga persatuan, bertanggung jawab, serta mampu menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Ia juga menjelaskan bahwa Kesbangpol Kepri terus mendorong penguatan wawasan kebangsaan dan karakter generasi muda melalui berbagai kegiatan edukasi, dialog kebangsaan, pembinaan ideologi Pancasila, serta pelibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan kebangsaan.
Di tengah keberagaman masyarakat Kepulauan Riau, Pancasila menjadi nilai bersama yang dapat memperkuat persatuan. Perbedaan suku, agama, budaya, dan latar belakang, menurutnya, harus menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan, bukan menjadi alasan untuk terpecah.
Iksan juga menyoroti tantangan generasi muda di era digital. Arus informasi yang begitu cepat harus diimbangi dengan kemampuan literasi digital, berpikir kritis, menyaring informasi, serta menghindari hoaks, ujaran kebencian dan provokasi yang dapat mengganggu persatuan.
Salman: Pancasila Harus Dihidupkan melalui Keteladanan
Sementara itu, Muhammad Salman Farisi, Paskibraka Nasional Tahun 2026, berbagi pengalaman selama menjalani proses seleksi hingga menjadi bagian dari Paskibraka Nasional.
Menurut Salman, pengalaman mengikuti proses pembinaan Paskibraka memberikan banyak pelajaran, terutama mengenai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, nasionalisme dan semangat persatuan.
Bagi Salman, nilai Pancasila tidak hanya dipelajari melalui materi pembinaan, tetapi dirasakan secara langsung melalui proses bekerja sama dengan teman-teman dari berbagai daerah dan latar belakang.
Sebagai bagian dari Duta Pancasila Purna Paskibraka, Salman menyampaikan keinginannya untuk terus memberikan kontribusi di lingkungan sekitar dan menjadi contoh bagi teman-teman sebaya dalam mengamalkan nilai Pancasila.
Ia mengajak generasi muda untuk tidak hanya berbicara tentang nasionalisme, tetapi membuktikannya melalui tindakan sederhana, seperti menghargai perbedaan, menjaga persahabatan, belajar dengan sungguh-sungguh, berprestasi, serta menggunakan media sosial secara positif.
Raudah: Persatuan Dimulai dari Hal-Hal Sederhana
Hal senada disampaikan Raudah Mabrura, Paskibraka Nasional Tahun 2026. Ia mengungkapkan bahwa menjadi Paskibraka Nasional merupakan pengalaman yang memberikan banyak pelajaran tentang kedisiplinan, kerja keras, mental, tanggung jawab dan pentingnya membangun kekompakan.
Menurut Raudah, nilai Pancasila yang paling dekat dengan kehidupan generasi muda adalah persatuan. Persatuan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menghargai teman yang berbeda pendapat, tidak membeda-bedakan latar belakang, saling membantu, dan membangun komunikasi yang baik.
Ia menilai Pancasila harus dibuat semakin dekat dengan kehidupan generasi muda. Pancasila tidak hanya dipelajari dalam ruang kelas, tetapi harus hadir dalam perilaku sehari-hari, termasuk dalam menggunakan media sosial.
Sebagai Duta Pancasila Purna Paskibraka, Raudah berharap dapat terus berkontribusi melalui kegiatan positif dan menjadi bagian dari generasi muda yang mampu menginspirasi lingkungan sekitarnya.
Generasi Muda sebagai Penggerak Nilai Pancasila
Dialog tersebut memperlihatkan bahwa penguatan Pancasila membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah, keluarga, sekolah, masyarakat, serta generasi muda itu sendiri.
Kehadiran Salman dan Raudah sebagai Paskibraka Nasional sekaligus bagian dari Duta Pancasila Purna Paskibraka menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan pengalaman dan pandangan mereka tentang nasionalisme, persatuan dan pengamalan Pancasila.