
BAKESBANGPOL KEPRI – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kepri menghadirkan Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Kepulauan Riau Bapak Drs.Nazaruddin, M.H sebagai Narasumber dengan tema Upaya Pencegahan Paham Radikalisme, Terorisme dan Intoleran pada Generasi Muda.
Kehadiran Nazaruddin dalam rangkaian kegiatan Kesbangpol Masuk sekolah (KEMAS) Sesi-2 yang dilaksanakan pada hari Senin tanggal 26 Mei 2025 di SMA Negeri 3 Batam.

Ketua FPK Nazaruddin menjelaskan tentang Kondisi Geografis NKRI yang masyarakatnya tersebar di 17.000 pulau dengan jumlah penduduk lebih dari 270 juta Jiwa yang terdiri dari Berbagai Agama dan Aliran kepercayaan
“Lebih dari 1.340 suku bangsa dan lebih dari 652 bahasa yang menandakan bahwa NKRI sangat beranake ragam yang rentan terhadap masuknya Pengaruh pengaruh/Paham Negatif seperti Terorisme, Radikalisme dan Intoleran,” ucapnya.

Kondisi ini lanjutnya, mengharuskan kita khususnya Generasi muda untuk menekankan toleransi, saling menghormati, dan cinta tanah air.
“Untuk itulah adik-adik semua perlu diberi penguatan pemahaman tentang Pancasila, sejarah perjuangan bangsa, dan nilai-nilai kebangsaan. Sehingga dapat memahami tentang bahaya radikalisme, terorisme, dan intoleransi bagi Persatuan dan kesatuan bangsa,” ungkapnya.
Ketua ICMI Orda Kota Tanjungpinang tersebut dalam kesempatan pemaparan materinya yang berjudul “Bangga menjadi warga bangsa Indonesia” itu dengan berbagai keunggulan yang dimiliki Indonesia, diantaranya berada di garis khatulistiwa dengan luas wilayah 1,9 juta kilometer persegi dengan 17 ribu pulau besar dan kecil.
“Kita harus bangga karena begitu banyaknya suku bangsa dengan jumlah bahasa daerah 1200 lebih dan 8000 jenis kekayaan flora dan fauna,” jelasnya.

Namun begitu Nazaruddin mengingatkan para pelajar harus bijak dalam menggunakan media sosial dan menjauhi siapa intoleran bahkan radikalisme.
Nazaruddin juga berpesan agar para generasi muda mengejar impian cita-cita yang tinggi karena hal ini juga wujud rasa cinta dan kebanggaan sebagai warga negara dalam bingkai NKRI.*

