Home » Berita Terkini » Berita Terkini » Bakesbangpol Kepri Apresiasi Pelaksanaan Lokakarya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Regional Sumatera

Bakesbangpol Kepri Apresiasi Pelaksanaan Lokakarya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Regional Sumatera

BAKESBANGPOL KEPRI – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kepulauan Riau Bapak Drs. Muhamad Iksan, M.Si menghadiri kegiatan pembukaan Lokakarya FKUB Regional Sumatera yang diselenggarakan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kepulauan Riau pada hari Minggu 27 Juli 2025 di Hotel CK Tanjungpinang. Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, […]

Kepala Badan Kesbangpol Kepri Drs Muhamad Ikhsan duduk bersama Kepala OPD Pemprov Kepri

BAKESBANGPOL KEPRI – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kepulauan Riau Bapak Drs. Muhamad Iksan, M.Si menghadiri kegiatan pembukaan Lokakarya FKUB Regional Sumatera yang diselenggarakan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kepulauan Riau pada hari Minggu 27 Juli 2025 di Hotel CK Tanjungpinang. Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Adi Prihantara,SE.MM.

Dalam Laporannya Ketua FKUB Provinsi Kepri, H.Handarlin Umar menyampaikan bahwa Kegiatan ini direncanakan berlangsung selama dua hari, 27 hingga 29 Juli 2025, yang pesertanya menghadirkan para tokoh lintas agama dan perwakilan FKUB dari seluruh wilayah Sumatera.

“Lokakarya ini merupakan momentum penting untuk menyatukan persepsi dan memperkuat koordinasi antar FKUB di Sumatera. Ia pun menilai, forum ini dapat memperkaya strategi dalam memperkokoh moderasi beragama di tengah masyarakat,” ujar Mantan Kakanwil Kemenag Kepri itu.

Sekda Provinsi Kepri Adi Prihantara menyampaikan pidato sambutan

Sementara itu dalam sambutannya, Sekdaprov Adi Prihantara menegaskan bahwa Provinsi Kepulauan Riau merupakan miniatur kebhinekaan Indonesia. Adi memaparkan, masyarakat Kepri terdiri dari berbagai latar belakang suku bangsa seperti Melayu (29,97%), Jawa (22,2%), Batak (12,43%), Minang (9,71%), Tionghoa (7,70%), hingga Bugis, NTT, Sunda dan lainnya.

Adi menambahkan, dari sisi agama, komposisinya juga sangat beragam, dengan mayoritas Muslim (78,03%), diikuti Protestan, Buddha, Katolik, Khonghucu dan Hindu.

“Keberagaman adalah keniscayaan. Bukan penghalang, tetapi kekayaan yang harus kita rawat bersama.

“Dalam konteks ini, FKUB memiliki peran penting dalam menumbuhkan saling pengertian dan toleransi,” kata Adi.

Para tamu undangan berfoto bersama

Adi juga menekankan, FKUB harus menjadi jembatan komunikasi yang efektif antar umat beragama, terutama dalam mencegah konflik horizontal yang kerap kali dipicu oleh miskomunikasi dan ketiadaan ruang dialog. 

“FKUB harus mampu bertransformasi mengikuti zaman. Pendekatan digital dalam edukasi masyarakat adalah keharusan,” tegasnya.

Menurutnya tantangan menjaga kerukunan adalah tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa. Sekda Adi turut mengapresiasi capaian Provinsi Kepri dalam menjaga harmoni kehidupan beragama. Ia menyebutkan bahwa selama tiga tahun terakhir, Kepri konsisten berada di peringkat tiga besar nasional dalam Indeks Kerukunan Umat Beragama, bahkan menempati peringkat pertama nasional pada tahun 2022 dengan skor 85,78.

Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sholawat Busyro

Sementara itu Kaban Kesbangpol Muhamad Iksan sangat mengapresiasi kegiatan lokakarya FKUB Se Sumatera ini. Iksan menyampaikan kegiatan ini sebagai bentuk kerja bersama, kolaborasi FKUB dan pemerintah. 

“Mari kita jadikan forum ini sebagai titik tolak baru memperkuat peran FKUB, tak hanya sebagai penjaga kerukunan, tapi pelopor rekonsiliasi dan perekat bangsa,” katanya 

Hadir mendampingi Kaban Kesbangpol, Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi Sosial Budaya Agama dan Organisasi Kemasyarakatan Ludi Harman dan  Sri Yanti Analisis Kebijakan Ahli Muda.* 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top