
BAKESBANGPOL KEPRI – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Kepulauan Riau menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) dan Sinkronisasi kebijakan peningkatan literasi digital terkait bahaya judi daring di Provinsi Kepri Rabu (03/09) Pagi di TCC Tanjungpinang.
Acara tersebut dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kemenko Polkam diwakili Asdep Koordinasi Perlindungan Data dan Transaksi Elektronik Syaiful Garyadi dan dibuka oleh Gubernur Kepri yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Said Arif Fadillah.
Sejumlah narasumber dan penanggap dari lintas Kementerian/ Lembaga RI turut dihadirkan langsung diantaranya PPATK, Kemensos RI dan BPS.

Sementara itu FPK Kepri sendiri hadir langsung Drs. Nazaruddin, MH selaku Ketua didampingi pengurus yang berjumlah 15 Orang. Pertemuan itu turut mengundang Tokoh-tokoh agama dan masyarakat yang tergabung dalam pengurus ormas mulai dari LAM, NU, Muhammadiyah hingga ICMI.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Said Arif Fadillah dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Kepri sebagian daerah perbatasan memiliki kerentanan terhadap pengaruh judi online yang cukup besar terhadap masyarakat.
“Persoalan judi online ini harus ditangani secara serius dan keterlibatan lintas organisasi masyarakat sangat diperlukan,” ucap TS Arief Fadillah.

Menurut Arief dengan keragaman etnis budaya, maka strategi yang inklusif, adaftip dan lokal perlu dilakukan agar generasi muda dapat diserahkan pada kegiatan produktif dan bermanfaat.
“Semoga pertemuan ini menghasilkan kesepahaman komitmen, kami mengajak Bapak/ Ibu semua menjadi agen perubahan di masing-masing wadah organisasi yang dinangungi,” harapnya.

Sementara itu Ketua FPK Provinsi Kepulauan Riau Nazaruddin menyampaikan FPK sebagai wadah komunikasi dan kerjasama antar warga terus berkomitmen menjaga keharmonisan dan keutuhan bangsa.
“Judi online juga bisa berdampak negatif bahaya yang bisa memecah belah masyarakat dan merusak generasi muda,” ujarnya.
Nazaruddin juga menyarankan perlunya membangun ekesistem digital yang sehat, berdaya saing sejalan penguatan moral yang kuat.*
