
BAKESBANGPOL KEPRI – Badan Kesbangpol Provinsi Kepri Kembali menggelar kegiatan Rembuk Pancasila Seri ke-4 yang yang dilaksanakan di Kampus Unrika Batam pada hari Selasa tanggal 10 Februari 2026. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Wagub Kepri), Nyanyang Haris Pratamura.
Kegiatan yang ditaja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kepri menjadi ruang strategis untuk memperkuat peran generasi muda dalam menjaga ideologi bangsa. Rembuk Pancasila seri ke-4 dengan mengusung tema “Peran Generasi Muda dalam Upaya Mencegah Paham Radikalisme, Ekstremisme, Terorisme, dan Intoleransi di Provinsi Kepulauan Riau”.

Dalam sambutannya, Wagub Kepri menegaskan bahwa Kepri memiliki posisi geografis yang sangat strategis sekaligus rentan terhadap masuknya berbagai pengaruh global, termasuk paham-paham yang bertentangan dengan nilai Pancasila.
“Kepri adalah provinsi kepulauan dengan wilayah perbatasan yang luas yang terdiri dari 2.028 Pulau, 394 pulau berpenghuni, 22 Pulau terluar, yang terdiri terdiri dari 5 kabupaten dan 2 kota, dengan 417desa/kelurahan. Provinsi Kepri berbatasan langsung dengan Singapura, Malaysia, serta negara-negara Asia Tenggara lainnya. Jalur internasional seperti Selat Malaka dan Selat Singapura dilalui puluhan ribu kapal setiap tahun. Ini tantangan besar yang harus kita sikapi dengan kesiapan ideologi,” ujar Nyanyang
Wagub menyampaikan, dengan jumlah penduduk lebih dari 2,3 juta jiwa yang tersebar di ratusan pulau, penguatan sumber daya manusia, terutama generasi muda yang menjadi kunci utama menjaga keutuhan bangsa.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kepri terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan sebagai fondasi pembangunan manusia. Kebijakan SMA gratis serta dukungan akses pendidikan di wilayah pulau-pulau menjadi bagian dari upaya tersebut.
“Indeks Pembangunan Manusia Kepri berada di peringkat atas nasional. Ini modal besar menuju Indonesia Emas 2045. Namun harus dibarengi dengan penguatan nilai-nilai Pancasila agar generasi muda tidak mudah terpapar paham radikal dan intoleran,” katanya.
Nyanyang juga mengajak mahasiswa untuk tidak hanya memahami, tetapi mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sila keempat dan kelima yang menekankan musyawarah, keadilan, dan persatuan dalam keberagaman.

Generasi muda, khususnya mahasiswa, memiliki peran yang sangat vital sebagai agen perubahan, penjaga nilai-nilai kebangsaan, dan garda terdepan dalam menangkal paham-paham yang menyimpang.
Di era digital saat ini, arus informasi begitu cepat dan tidak jarang disusupi oleh narasi provokatif, ujaran kebencian, dan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila. Wagub mengajak seluruh mahasiswa UNRIKA Batam untuk:
- Memperkuat literasi kebangsaan dan literasi digital, Mengembangkan sikap kritis, moderat, dan toleran,
- Menjadi pelopor perdamaian di lingkungan kampus dan masyarakat
- Serta aktif menyuarakan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Rektor Unrika dalam sambutannya menyampaikan Apresisi dan terima kasih kepada Badan Kesbangol Provinsi Kepulauan Riau yang telah memilih Universitas Riau Kepulauan sebagai tempat pelaksanaan Kegiatan Rembuk Pancasila Seri Ke-4
Unrika senantiasa berkomitmen untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang pentingnya Pembumian Pancasila di lingkungan kampus untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga dihayati dan diamalkan dalam kehidupan akademik dan sosial kemahasiswaan.

Pembumian Pancasila di kampus bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan proses berkelanjutan untuk membentuk generasi muda yang berkarakter kuat, cinta tanah air, dan mampu menjaga keutuhan bangsa di tengah tantangan global, lanjut Rektor. Unrika juga siap berkolaborasi dengan Pemerintah dan semua pihak dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber daya manusia di Provinsi Kepulauan Riau.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Provinsi Kepulauan Riau, Muhamad Iksan, dalam laporannya menjelaskan bahwa Rembuk Pancasila dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta Peraturan BPIP RI Nomor 4 Tahun 2024 tentang arah kebijakan pembinaan ideologi Pancasila.
“Rembuk Pancasila menjadi ruang dialog dan silaturahmi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan generasi muda untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila di Kepri,” lanjut Iksan
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda tentang bahaya radikalisme, ekstremisme, terorisme, dan intoleransi, sekaligus mendorong peran aktif pemuda dalam menjaga persatuan serta memperkuat sinergi antara pemerintah, kampus, dan pemuda”.

Rembuk Pancasila Seri IV Tahun 2026 ini diikuti sekitar 100 mahasiswa Universitas Riau Kepulauan Batam dan merupakan lanjutan dari kegiatan serupa yang sebelumnya digelar di Batam, Tanjungpinang, dan Karimun.
Adapun Narasumber kegiatan rembuk diantaranya yaitu Satgaswil Kepri Densus 88 AT Polri dan Badan Intelejen Daerah Provinsi Kepulauan Riau. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil rektor 3 bidang kemahasiswaan, bapak Dr Ramon Zamora SE MM, Para Kepala OPD Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Kepulauan Riau yang diwakili oleh Dr.Suryono, Forum Pembauran Kebangsaan Provinsi Kepulauan Riau, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Provinsi Kepulauan Riau Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Provinsi Kepulauan Riau, BEM Universitas Batam.(*)
